Tag Archives: pembelajaran aktif

Apa Perbedaan Utama PjBL dengan Model Pembelajaran Lainnya?


Siswa tengah melakukan penyelidikan terhadap masalah yang ada di sekitar lingkungan sekolah mereka

Siswa tengah melakukan penyelidikan terhadap masalah yang ada di sekitar lingkungan sekolah mereka

Ada sebuah pertanyaan yang sering sekali dilontarkan oleh peserta pelatihan IntelTeach Essentials Course (Project Based Learning), yaitu “Apakah perbedaan utama dari Project Based Learning (PjBL) dibandingkan dengan Problem Based Learning (PBL) atau model-model pembelajaran lainnya?”.

Sebenarnya saya pernah menulis tentang perbedaan ini, khususnya mengenai perbedaan Project Based Learning dan Problem Based Learning disini, namun ada baiknya juga saya memberikan penjelasan yang lain, agar pembaca mendapatkan gambaran yang semakin jelas.

Baca lebih lanjut

Temu Guru Inovatif #1 Ajang Berbagi Praktik Terbaik Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran


Para guru inovatif pasti punya “resep rahasia” agar pembelajaran yang disampaikan jadi menarik, bermakna dan lebih melibatkan peserta didik. Resepnya tidak melulu tentang penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di kelas, namun lebih pada aspek pedagogisnya. Untuk memfasilitasi para guru mendapatkan inspirasi dari para guru inovatif, maka Edukasi101 yang didukung oleh Microsoft Partners in Learning menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Temu Guru Inovatif”.

Untuk pertama kalinya, ajang ini diselenggarakan di laboratorium komputer Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tanggal 20 Juli 2013 bersamaan dengan kegiatan tahunan Pesantren IT. Kegiatan yang diorganisir oleh komunitas PojokPendidikan ini mengundang dua orang guru inovatif dari Jawa Barat yaitu Taufik Ibrahim (SMPN 14 Depok) dan Firman Apriandi (SDN CIsolok). Saking menariknya, ruangan seminar pun penuh sesak dihadiri oleh sekitar 50 an pendidik yang berasal dari kota Bandung dan sekitarnya.

Baca lebih lanjut

[Kelas Inspiratif] Melihat Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek di SDN Jetis 02 Gunung Kidul


Siswa Membandingkan Udara yang Bersih dengan Udara Kotor

Siswa Membandingkan Udara yang Bersih dengan Udara Kotor

Rekan-rekan pembaca blog ini tentu penasaran seperti apa sih penerapan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL) di kelas sebenarnya. Sebagai contoh, saya menghadirkan sebuah hasil pendampingan berbasis sekolah yang dilakukan para Widyaiswara LPMP Yogyakarta (yang sebelumnya telah dilatih oleh Intel Education Indonesia) kepada guru-guru di SDN Jetis 02 Gunung Kidul, Yogyakarta di Tahun 2010. Meski kegiatan ini sudah lama dilakukan, dengan ulasan ini harapannya mampu memberikan gambaran bagaimana kegiatan pembelajaran tematik dan kontekstual dapat dilakukan di kelas.

Pembelajaran bertema “Lingkunganku Kotor, Paru-Paruku Bocor”, untuk mata pelajaran utama Ilmu Pengetahuan Alam ini mengajak para siswa untuk melakukan penelitian tentang alat pernafasan dan gangguan alat pernafasan yang disebabkan oleh pencemaran udara yang ada di lingkungan sekitar mereka. Langkah-langkah pembelajaran dijelaskan secara detail dalam ulasan berikut.

Baca lebih lanjut

Widyaiswara P4TK Matematika Belajar Merancang Pembelajaran Berbasis Proyek Bersama Intel Education


Pembukaan Pelatihan Project Based Learning di P4TK Matematika

Pembukaan Pelatihan Project Based Learning di P4TK Matematika

P4TK Matematika bekerjasama dengan Intel Education Indonesia menyelenggarakan lokakarya “Perancangan Pembelajaran Berbasis Proyek” atau “Intel Teach: Essentials Course” bagi 20-an Widyaiswara. Lokakarya yang diselenggarakan untuk menyambut rencana Kemdikbud, yang akan segera mengimplementasikan Kurikulum 2013 tidak lama lagi ini diselenggarakan di ruang ICT kantor P4TK Matematika di Yogyakarta dari tanggal 26-28 Maret 2013.

Dalam lokakarya tiga hari yang difasilitasi oleh Winastwan Gora, para peserta belajar melakukan perancangan pembelajaran berbasis proyek dengan model pelatihan menggunakan pendekatan berbasis proyek juga, dimana para peserta akan berperan menjadi perancang kurikulum, dan secara berkelompok akan berkompetisi membuat ide proyek dengan framework GRASPS (Goal, Role, Audience, Situation, Products dan Standard), mengembangkan pertanyaan pemandu (driving questions), membuat publikasi proyek dalam presentasi multimedia, mengembangkan rancangan unit (unit plan), memproduksi contoh karya siswa beserta salah satu contoh instrumen penilaian berupa rubrik.

Baca lebih lanjut

Pengembangan Profesional Guru Dengan Pembelajaran Jarak Jauh : Pelajaran Dari Sebuah Ujicoba


Kegiatan pengajaran bersama (Co-Teaching) secara online yang merupakan salah satu kegiatan dalam pengembangan profesional guru secara jarak jauh

Tulisan ini penulis buat sebagai lesson learned dari kegiatan ujicoba pendidikan jarak jauh untuk mendukung pengembangan profesionalisme guru yang diselenggarakan oleh sebuah proyek desentralisasi pendidikan dasar yang didanai oleh lembaga donor negara sahabat. Tulisan ini mencoba memberi gambaran secara singkat tentang bagaimana membuat pendidikan jarak jauh yang sukses, untuk dapat meningkatkan keterampilan pedagogis dan teknologi untuk para pendamping berbasis sekolah (school-based coaches) atau pelatih guru dan para guru di sekolah memanfaatkan teknologi pendidikan jarak jauh.

Keberhasilan pendidikan jarak jauh tidak selalu bertumpu pada teknologi Informasi dan Komunikasi yang ada di belakangnya, namun banyak faktor pendukung yang mampu menciptakan kesuksesan agar pendidikan jarak jauh menjadi “tidak terlalu jauh”, maksudnya adalah meskipun jarak yang jauh memisahkan para peserta dengan fasilitatornya, namun mereka merasa tidak berada dalam jarak yang jauh, serta menghasilkan tingkat keberhasilan yang selisihnya tidak terlalu jauh dengan kesuksesan pembelajaran tatap muka.

Baca lebih lanjut

Mengenal Berbagai Contoh Soal Evaluasi Obyektif yang Dapat Dibuat dalam Microsoft PowerPoint dan Mouse Mischief


Slide Quiz dalam Microsoft Mouse Mischief

Rekan pendidik inovatif, Anda tentu telah mengenal aplikasi Mouse Mischief lewat beberapa tulisan saya di dalam blog ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa aplikasi Microsoft Mouse Mischief dapat dimanfaatkan oleh rekan guru inovatif untuk melakukan evaluasi kepada siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Nah kali ini saya akan mengulas tentang berbagai model pertanyaan yang dapat dibuat menggunakan aplikasi ini.

Secara default, Microsoft Mouse Mischief menyediakan 3 (tiga) model soal obyektif, yaitu Benar/Salah (True/False), pilihan ganda (Multiple Choice) dan soal menggambar. Dua model pertama mungkin Anda sangat familiar. Nah, dengan model soal ketiga (menggambar) Anda dapat lebih kreatif dalam membuat pertanyaan. Pandangan saya, model soal inilah yang sangat menantang untuk dieksplorasi lebih jauh untuk membuat pertanyaan evaluasi.

Dengan soal menggambar inilah kita dapat membuat soal menjodohkan, mengklasifikasikan, mewarnai, dan mengurutkan. Nah, di dalam slide presentasi berikut ini disajikan berbagai contoh soal yang dapat memberi kita inspirasi. Soal-soal yang disajikan merepresentasikan dari berbagai model pertanyaan yang disediakan aplikasi Microsoft Mouse Mischief. Slide presentasi ini dikembangkan oleh saya dan Carwoto, untuk disajikan dalam event National Workshop and Seminar on Education Technology 2011 di Semarang, Jawa Tengah.

Lihat slide presentasi “Berbagai Model Kuis Microsoft Mouse Mischief”

Bagaimanakah Pemanfaatan TIK yang Efektif dalam Pembelajaran?


Winastwan Gora Menjadi Pembicara di Acara Seminar Pendidikan Menyambut Milad UAD Yogyakarta

Saat ini mungkin telah banyak para pendidik yang sudah mulai membawa perangkat TIK (Teknologi Informasi dan Informasi) yang dimilikinya kedalam kelas untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Sebagaian besar dari mereka hanya memanfaatkan perangkat TIK tersebut sebagai perangkat presentasi satu arah saja, tidak lebih dari itu.

Dengan hanya menjadikan perangkat TIK sebagai media presentasi satu arah, misalnya untuk menjelaskan materi pembelajaran di depan kelas saja maka pemanfaatan TIK tersebut tidak akan membawa manfaat lebih kepada para siswa. Padahal dengan kreatifitas, sebagai seorang didik kita dapat memanfaatkan TIK yang ada untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas. Berbagai hal tentang pemanfaatan TIK yang efektif di dalam kelas ini disampaikan oleh Winastwan Gora dalam acara Seminar Nasional “Pemanfaatan ITC dalam Pendidikan” merupakan bagian dari acara Milad UAD ke-50 tahun yang berlangsung pada tanggal 05 Februari 2011 di kampus Universitas Ahmad Dahlan di Jl. Kapas 9, Semaki Umbulharjo, Yogyakarta. Pembicara lain yang hadir dalam seminar ini adalah Prof. Suwarsih Madya, Ph.D dan Ari Budiyanto, Amd.

Baca lebih lanjut

13 Tips Membawa Microsoft Mouse Mischief ke dalam Pembelajaran


Presentasi dan Demo Microsoft Mouse Mischief dalam NAWSET 2011

Mouse Mischief adalah aplikasi tambahan Microsoft PowerPoint yang memungkinkan para pendidik memberikan akses bagi banyak siswa kepada satu buah komputer di dalam kelas. Microsoft Mouse Mischief dapat dimanfaatkan sebagai media evaluasi oleh para guru dalam mengukur seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan. Dengan menggunakan ini, maka para siswa tidak hanya melihat materi presentasi yang ditayangkan di dalam kelas, namun mereka juga dapat berinteraksi dengan materi yang disampaikan guru.

Proses evaluasi menggunakan aplikasi ini akan lebih menarik dan menyenangkan dibandingkan dengan proses evaluasi yang biasanya disampaikan menggunakan kertas. Terdapat beberapa tips untuk membawa aplikasi Microsoft Mouse Mischief ini kedalam kelas. Tips ini tentu saja akan sangat membantu Anda untuk memahami apa-apa saja yang harus Anda persiapkan untuk mengintegrasikan teknologi ini dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Silahkan buka presentasi di bawah untuk menyimak tips yang ada.

Tips ini disampaikan penulis (Winastwan Gora) saat didaulat menjadi salah satu pemateri dalam acara National Workshop and Seminar on Education Technology (NAWSET) 2011 yang diselenggarakan oleh EduPartner Institute bekerjasama dengan Pazia Shop, yang dilangsungkan di Hotel Semesta Semarang pada tanggal 26-27 Februari 2011 lalu. Acara yang dihadiri oleh 200 orang guru dari seluruh Indonesia ini juga menghadirkan berbagai praktisi pendidikan dan Teknologi Informasi seperti Prof. Yohannes Surya, P.hD dan Michael S. Sunggiardi.

Bagaimanakah Menstrukturisasi Kerja dalam Kelompok Kecil?


Saya pernah melakukan pengelompokan siswa dalam pembelajaran di kelas dan memberi mereka tugas untuk dikerjakan bersama. Namun ada peserta didik yang aktif dan ada pula yang sangat pasif. Peserta yang aktif cenderung mendominasi sehingga beban pekerjaan tidak terbagi merata. Bagaimana mengatasi hal ini? Bagaimanakah agar kerja kelompok menjadi efektif?

Nah rekan pendidik dimanapun Anda berada agar kelompok kecil menjadi efektif, maka sejumlah elemen perlu dipertimbangkan dalam menstrukturisasikan tugasnya. Sebelum menetapkan tugasnya, tujuan kegiatan perlu dinyatakan dengan jelas dan kegiatan tersebut perlu dijelaskan dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak akan ada ambiguitas tentang hasil yang diharapkan dari tugas tersebut.

Guru perlu menjelaskan bahwa murid-murid diharapkan saling bekerja sama di dalam kelompoknya. Menurut Slavin (1993), tujuan itu perlu dijadikan tujuan kelompok untuk memfasilitasi kerja sama, yang perlu disertai dengan akuntabilitas individual untuk tugas yang dikerjakan guna menghindari efek “free-rider”. Kompetisi tertentu dengan kelompok-kelompok lain juga dapat membantu murid untuk bekerja sama dengan sesama anggota kelompoknya, demikian juga penggunaan shared-manipulative atau sarana seperti komputer. Baca lebih lanjut

Segera Terbit : Buku “PAKEMATIK, Strategi Pembelajaran Inovatif Berbasis TIK” Oleh Elexmedia Komputindo


Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan kabar dari Penerbit Elexmedia Komputindo Jakarta kalau naskah buku saya yang berjudul “PAKEMATIK, Strategi Pembelajaran Inovatif Berbasis TIK (Panduan Praktis Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran untuk Sekolah Standar Nasional dan Bertaraf Internasional” telah diterima untuk diterbitkan. Berita ini tentunya sangat menggembirakan saya, karena setelah beberapa tahun berhenti menulis, ternyata masih ada penerbit yang mau menerbitkan buku saya lagi :).

Sekedar informasi, buku setebal 200 halaman ini akan terbit pada bulan Desember 2010. Buku ini mengupas strategi dan model integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam aktivitas pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa dalam berbagai skenario pembelajaran, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, sehingga nantinya diharapkan dapat mempermudah para pendidik yang tengah mengembangkan Sekolah Standar Nasional (SSN), Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dalam melakukan adaptasi dan mengadopsi aktifitas-aktifitas yang dipaparkan dalam kegiatan pembelajaran mereka. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 675 pengikut lainnya.